Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Dihantui Defisit APBN Rp319 Triliun

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |07:30 WIB
 Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Dihantui Defisit APBN Rp319 Triliun
Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp18.000 per Dolar AS, Dihantui Defisit APBN Rp319 Triliun (Foto: Okezone)
A
A
A

Capaian surplus keseimbangan primer sebesar Rp125,5 triliun tersebut melampaui rancangan awal APBN yang memproyeksikan defisit keseimbangan primer sepanjang tahun sebesar Rp89,7 triliun. Di sisi lain, jika ditinjau secara tahunan, tren defisit anggaran sejatinya masih memperlihatkan penurunan tajam.

Pada akhir Agustus 2025, defisit anggaran sempat bertengger di angka Rp321,6 triliun atau 1,35 persen dari PDB, lalu membengkak menjadi Rp371,5 triliun pada September 2025. Dengan realisasi defisit September 2026 sebesar Rp319 triliun, angka tersebut turun 14,13 persen dibanding September 2025, sekaligus masih terjaga di bawah batas desain defisit setahun penuh 2026 yang dipatok Rp689,1 triliun atau setara 2,68 persen dari PDB.

Kendati indikator tahunan menunjukkan perbaikan, pasar valuta asing tetap mengantisipasi risiko tekanan eksternal dan fiskal dalam jangka pendek. Pelaku pasar menantikan katalis lanjutan sebelum mengambil posisi beli pada aset berdenominasi rupiah.

"Untuk pergerakan sepanjang sepekan ke depan, diperkirakan mata uang Rupiah akan bergerak di rentang Rp17.780 hingga Rp18.060 per dolar AS. Pelaku pasar masih terus mencermati keseimbangan antara perbaikan defisit tahunan dan risiko lonjakan belanja di sisa tahun anggaran," kata Ibrahim.

(Dani Jumadil Akhir)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement