JAKARTA – Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang solid sebagai penopang utama kepercayaan investor. Kondisi tersebut didukung oleh kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), stabilitas makroekonomi, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter yang semakin erat.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, pemerintah berkomitmen menjaga keberlanjutan fiskal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi produktif.
“Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” ujar Suahasil dalam forum Investor Meeting Kemenkeu with Bank Indonesia & Danantara yang digelar Deutsche Bank di Thailand, sebagaimana dikutip pada Rabu (14/10/2026).
Suahasil memaparkan sejumlah indikator makroekonomi Indonesia yang menunjukkan perkembangan positif. Inflasi tercatat sebesar 3,3 persen pada akhir September 2026, sedangkan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers’ Index/PMI) manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan angka 52,4.
Selain itu, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai sejumlah risiko eksternal, termasuk fragmentasi perdagangan global, volatilitas harga komoditas, dan tingginya suku bunga acuan global.
Suahasil menegaskan pemerintah akan mempertahankan disiplin fiskal dengan menjaga defisit APBN di bawah batas maksimal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen dalam APBN 2027, pemerintah menargetkan pertumbuhan investasi setidaknya 7 persen.
Pemerintah berupaya mencapai target tersebut melalui integrasi kebijakan fiskal, optimalisasi peran Danantara dalam proyek-proyek investasi strategis, serta peningkatan partisipasi sektor swasta.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Suminto menegaskan bahwa fokus pemerintah tidak hanya menarik modal asing, tetapi juga membangun kepercayaan investor secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Strategi tersebut ditempuh melalui tiga langkah utama. Pertama, menjaga kinerja dan stabilitas perekonomian serta mengomunikasikan perkembangannya secara berkala kepada pasar. Kedua, menjaga disiplin dan integritas pasar untuk menciptakan pasar keuangan yang aktif dan likuid. Ketiga, mempercepat pendalaman pasar keuangan dengan memperkuat basis investor institusional dan ritel domestik agar lebih tangguh menghadapi dinamika global.
Melalui pengelolaan APBN yang kredibel, pemeliharaan stabilitas makroekonomi, dan penguatan ekosistem investasi, pemerintah optimistis dapat terus membuka peluang bagi investor untuk berpartisipasi dalam pembangunan ekonomi jangka panjang.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.