"Capaian realisasi investasi triwulan III 2026 mencapai Rp528,7 triliun. Sementara itu, total investasi dari Januari sampai September 2026 mencapai Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target. Total penyerapan tenaga kerja mencapai 2.194.496 orang," ungkap Rosan.
Dari total investasi selama sembilan bulan pertama 2026, PMA tercatat sebesar Rp777,8 triliun atau 50,5 persen. Sementara itu, PMDN mencapai Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.
"Kontribusi terbesar PMA berasal dari industri logam dasar, barang logam yang bukan mesin dan peralatannya, sebesar Rp216,6 triliun atau 31,7 persen. Sementara itu, sektor dengan realisasi PMDN tertinggi adalah transportasi, gudang, dan telekomunikasi, sebesar Rp117,8 triliun atau 15,5 persen," papar Rosan.
Berdasarkan negara asal investasi, Singapura menempati posisi pertama dengan nilai US$14 miliar atau 29,6 persen. Hong Kong menyusul dengan US$12,8 miliar atau 27,2 persen, diikuti Tiongkok sebesar US$5 miliar atau 10,5 persen. Berikutnya, Amerika Serikat mencatat investasi US$3,4 miliar atau 7,1 persen, sedangkan Jepang sebesar US$2,6 miliar atau 5,6 persen.
"Jika Hong Kong dan Tiongkok digabungkan, nilai investasinya mencapai US$17,8 miliar, lebih besar dibandingkan Singapura yang mencapai USD14 miliar," kata Rosan.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.