Di samping itu, Airlangga mengingatkan bahwa MSCI bukan satu-satunya penyedia indeks internasional yang menjadi rujukan para pengelola dana global.
"MSCI bukan satu-satunya rating. Banyak rating lain, ada S&P, FTSE Russell. Jadi, yang satu tidak bisa mendikte yang lain," tegas Airlangga.
Ia menilai potensi risiko dari penilaian MSCI masih dapat dimitigasi karena investor global memiliki opsi acuan indeks lain seperti FTSE maupun S&P.
Meski demikian, pemerintah tetap mengantisipasi dinamika arus investasi yang bergantung pada mandate masing-masing pengelola portofolio.
Mencermati pergerakan bursa dalam tiga hari terakhir yang mulai menunjukkan tren positif, Airlangga mengapresiasi langkah cepat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mengawal reformasi pasar modal nasional demi memperkuat transparansi dan perlindungan investor.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.