JAKARTA – Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2026 senilai Rp900.000 per pekerja masih dinantikan masyarakat. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta pekerja menunggu pengumuman resmi terkait penyaluran bantuan tersebut.
Rencana pemberian BSU 2026 sebelumnya disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Bantuan itu direncanakan menyasar 13,3 juta pekerja dengan nominal Rp300.000 per bulan yang dibayarkan sekaligus untuk tiga bulan.
Antusiasme pekerja terlihat di kolom komentar akun Instagram Kemnaker. Sejumlah warganet mempertanyakan jadwal pencairan bantuan tersebut.
“Ditunggu min jangan lama-lama,” tulis akun @titanrachmadsyah.
Menanggapi komentar tersebut, Kemnaker meminta masyarakat menunggu informasi resmi berikutnya melalui kanal komunikasi kementerian.
Warganet lainnya juga mempertanyakan jadwal pencairan BSU 2026.
“Kapan nih min katanya mulai bulan ini?” tanya akun @aangdoclo31.
Kemnaker kembali mengimbau masyarakat untuk mengikuti kanal resminya guna memperoleh informasi terbaru mengenai program tersebut.
Airlangga mengatakan BSU akan diberikan sekaligus untuk periode tiga bulan, dengan nilai Rp300.000 per bulan. Dengan skema tersebut, setiap penerima akan memperoleh total bantuan Rp900.000 untuk periode Oktober–Desember 2026.
“Di mana bantuan subsidi upah ini diberikan satu kali untuk 3 bulan dan per bulannya sebesar 300.000,” ujar Airlangga.
Dia menambahkan, program tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran hampir Rp12 triliun untuk menjangkau 13,3 juta pekerja.
“Ini diberikan kepada 13,3 juta pekerja dan ini kebutuhan anggarannya diperkirakan sebesar hampir 12 triliun,” ungkapnya.
Namun, Airlangga belum merinci kriteria pekerja yang berhak menerima BSU 2026.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.