Ekspansi sejumlah korporasi tersebut menjadi dorongan krusial bagi kebangkitan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) domestik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemenperin periode 2024–2025, industri TPT nasional menopang sekitar 3,8 juta hingga 3,96 juta tenaga kerja dengan sumbangan devisa ekspor stabil di kisaran USD 3,3 miliar hingga USD 3,6 miliar per tahun.
Sementara itu, pada pilar energi hijau, pemerintah mematangkan kemitraan WtE dan target PLTS 100 GW bersama Weiming Environment Protection. Selaku pengembang Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Denpasar Raya (Bali) dan Bogor Raya, Weiming melaporkan bahwa pekerjaan konstruksi sipil di kedua wilayah telah hampir rampung dan kini beralih ke fase instalasi mesin, dengan target operasi komersial pada 2027.
Untuk memperkuat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), Weiming juga tengah membangun pabrik peralatan PLTSa di Cilegon, Banten, yang diproyeksikan mulai berproduksi pada 2027, seraya menyatakan minat menanamkan modal sebesar 1 GW dalam kerangka program PLTS 100 GW nasional.
Pada kesempatan yang sama, Rosan bertemu dengan Chairman Tsingshan Group Xiang Guangda guna membahas kesinambungan investasi strategis Tsingshan di Indonesia, khususnya kelanjutan ekspansi kawasan industri terpadu Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) di Maluku Utara.
Adapun di lini industri mobilitas masa depan, pemerintah memperdalam penjajakan kemitraan dengan Geely Auto Group untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem rantai pasok kendaraan bermotor listrik di Tanah Air.
Penjajakan tersebut merespons pesatnya adopsi elektrifikasi transportasi domestik. Data Kemenperin dan Gaikindo periode 2024–2025 menunjukkan populasi kendaraan listrik di Indonesia melesat hingga 78 persen menjadi 207 ribu unit pada 2024 didukung penjualan mobil listrik murni (Battery Electric Vehicle/BEV) yang mencapai 43.194 unit serta total komitmen investasi industri perakitan kendaraan listrik nasional yang telah melampaui Rp 5,5 triliun.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM memastikan akan mengawal intensif seluruh komitmen bisnis tersebut bersama korporasi dan instansi terkait. Koordinasi lintas lembaga ini ditujukan agar realisasi proyek di lapangan mampu mengerek kapasitas industri nasional, memperkokoh integrasi rantai pasok dalam negeri, mendorong substitusi barang impor, menciptakan lapangan kerja baru, serta memperlebar penetrasi ekspor Indonesia ke pasar internasional.
(Taufik Fajar)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.