Advertisement
Advertisement

Menteri PU Integrasikan BIM dan CDE dalam Proyek Sekolah Rakyat Tahap II

Taufik Fajar , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2026 |22:15 WIB
Menteri PU Integrasikan BIM dan CDE dalam Proyek Sekolah Rakyat Tahap II
Sekolah Rakyat Tahap II (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menerapkan teknologi Building Information Modelling (BIM) yang terintegrasi dengan Common Data Environment (CDE) PU dalam proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II. Penerapan sistem digital ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi perencanaan, memperkuat pengawasan pelaksanaan konstruksi, serta memastikan pengelolaan data proyek berjalan lebih transparan dan akuntabel.

Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya penerapan teknologi untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan, dan kualitas pekerjaan infrastruktur, yang harus disertai penerapan budaya keselamatan (safety first) serta kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi. 

"Kami memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan proyek infrastruktur pendidikan. Infrastruktur dasar seperti gedung sekolah, asrama, fasilitas sanitasi, serta berbagai fasilitas pendukung pembelajaran lainnya harus tersedia secara layak. Ini sangat penting agar anak-anak, khususnya dari keluarga miskin ekstrem, memiliki akses pendidikan yang berkualitas," jelas Menteri Dody, Rabu (28/10/2026).

BIM merupakan teknologi pemodelan digital yang merepresentasikan karakteristik fisik dan fungsional bangunan dalam bentuk model tiga dimensi (3D), dilengkapi informasi teknis yang menjadi dasar pengambilan keputusan mulai dari tahap perencanaan, pembangunan, hingga pemeliharaan bangunan. Melalui teknologi ini, informasi yang dibutuhkan dalam perencanaan dan pelaksanaan konstruksi dapat dikelola secara lebih terstruktur untuk mendukung pengendalian mutu, biaya, dan waktu pekerjaan.

Melalui integrasi BIM dengan CDE PU, data dan dokumen proyek infrastruktur Sekolah Rakyat Tahap II dikelola dalam satu ekosistem digital yang mendukung kolaborasi antara pemilik pekerjaan, kontraktor, manajemen konstruksi, konsultan perencana, dan auditor. Sistem ini memfasilitasi pengelolaan dokumen, alur persetujuan, proses reviu, serta pencatatan isu pekerjaan sehingga koordinasi antarpihak dapat dilakukan secara lebih terukur dan terdokumentasi.

Penerapan BIM juga memungkinkan pemantauan progres pekerjaan dengan membandingkan model desain 3D dan kondisi pelaksanaan di lapangan. Pemantauan tersebut didukung dokumentasi berupa foto, video, serta kurva S sebagai gambaran perkembangan pekerjaan. Dengan dukungan informasi tersebut, potensi ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi dapat diidentifikasi untuk segera ditindaklanjuti. 

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement