Advertisement
Advertisement

Ekspor Migas RI Anjlok 9,11 Persen Jadi USD8,96 Miliar per September 2026

Rohman Wibowo , Jurnalis-Senin, 02 November 2026 |12:49 WIB
Ekspor Migas RI Anjlok 9,11 Persen Jadi USD8,96 Miliar per September 2026
Ekspor Migas (Foto: Okezone)
A
A
A

"Untuk ekspor sektor industri pengolahan dengan kenaikan terbesar terutama pada produk-produk olahan nikel, juga pada minyak kelapa sawit, pada kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, dari aluminium, serta juga dari tembaga," jelas Ateng.

Performa positif ekspor manufaktur tersebut tercermin dari tingginya permintaan pasar luar negeri, khususnya ke Tiongkok yang membukukan nilai ekspor nonmigas sebesar 54,17 miliar dolar AS atau melesat 16,70 persen dibandingkan periode Januari–September 2025.

Penguatan ekspor ke Negeri Tirai Bambu tersebut didorong oleh komoditas nikel dan barang daripadanya (HS 75), lemak dan minyak hewani nabati (HS 15), serta bahan bakar mineral (HS 27).

Kendati permintaan dari beberapa pasar utama menunjukkan pertumbuhan yang solid, dinamika perdagangan antarwilayah tujuan ekspor masih menghadapi tantangan yang beragam. Perbedaan tren serapan komoditas terlihat jelas antara kawasan Asia-Amerika dengan pasar di benua biru.

"Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama di tahun 2025, maka pada bulan Januari sampai dengan September tahun 2026 ekspor nonmigas ke Tiongkok, Amerika Serikat, India, dan juga ke ASEAN mengalami peningkatan. Namun untuk ekspor ke Uni Eropa dan negara kawasan tujuan lainnya mengalami penurunan," kata Ateng.

Sementara itu, kinerja ekspor pada September 2026 tercatat mencapai 27,59 miliar dolar AS atau naik 11,87 persen dibandingkan September tahun sebelumnya. Pada bulan tersebut, ekspor migas kembali terkoreksi tipis 0,99 persen menjadi 0,95 miliar dolar AS, sedangkan ekspor nonmigas melonjak 12,39 persen menjadi 26,64 miliar dolar AS.

Kenaikan tahunan ekspor nonmigas pada September 2026 disumbang oleh lonjakan lemak dan minyak hewani nabati (HS 15) yang naik 89,04 persen dengan andil 8,47 persen, serta mesin dan perlengkapan elektrik (HS 85) yang terkerek 24,37 persen dengan andil 1,61 persen terhadap total ekspor.

Selain produk turunan sawit dan peralatan listrik, lonjakan pengiriman produk hasil tambang olahan juga memberikan kontribusi signifikan bagi kenaikan ekspor bulanan. Komoditas logam dasar mencatatkan ekspansi tahunan yang sangat tinggi pada penutupan kuartal ketiga.

"Tembaga dan barang daripadanya, ini HS yang 74, juga naik cukup tinggi yaitu naik sebesar 165,97 persen secara year-on-year-nya, dengan andilnya 1,64 persen terhadap kenaikan total ekspor," jelas Ateng.

(Taufik Fajar)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement