Menurut dia, vegetasi konservasi diharapkan dapat meningkatkan tutupan lahan, mendukung resapan air, serta menyediakan habitat yang lebih baik bagi keanekaragaman hayati. Sementara itu, tanaman produktif diharapkan memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kepala Desa Leran Wetan, Budi Utomo berharap pemulihan kawasan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan warga desa. Dia menilai keberlanjutan pemeliharaan menjadi hal penting agar tanaman yang dikembangkan tidak hanya tumbuh pada awal penanaman, tetapi juga dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Kami berharap kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat Desa Leran Wetan. Kerja sama antara perusahaan, pemerintah, dan warga juga perlu dijaga agar kawasan ini dapat berkembang dengan baik,” kata Budi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan Kabupaten Tuban, Anthon Tri Laksono mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pemulihan lahan tersebut. Pemerintah daerah, menurut dia, mendukung sinergi untuk memastikan tanaman yang telah dikembangkan dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis maupun sosial.
Pengembangan kawasan tersebut direncanakan berlanjut pada 2027 dengan target luasan keseluruhan sekitar 8 hektare.
(Dani Jumadil Akhir)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.