Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Profit Taking Bikin Rupiah Loyo Lagi

Candra Setya Santoso , Jurnalis-Rabu, 10 Februari 2010 |16:11 WIB
<i>Profit Taking</i> Bikin Rupiah Loyo Lagi
Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - Rupiah kembali masuk zona pelemahan, pada penutupan perdagangan sore ini. Aksi ambil untung (profit taking) dari investor asing membuat nilai tukar rupiah kembali terkoreksi.

Berdasarkan data dari yahoofinance, pada Rabu (10/2/2010), rupiah ditutup di level Rp9.365 per USD dibandingkan dengan perdagangan pagi tadi yang dibuka di kisaran Rp9.337,5 per USD. Sementara itu, berdasarkan data kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah hari ini berada di level Rp9.350 per USD.

Menurut buletin Valbury Securities, mata uang ber-yield tinggi rebound atas dolar, menyusul sebelumnya mengalami tekanan jual dalam kapasitas terbesarnya. Euro/dolar mencatat rebound harian terbesarnya selama lebih dua bulan semalam, yang menjadi indikator bagi naiknya bursa saham Wall Street dan komoditas dunia.

Namun ada penilaian dari pelaku pasar bahwa isu bail-out Yunani hanya dipakai sebagai sebuah alasan untuk pasar melakukan short-covering euro atau profit-taking USD, karena sebelumnya telah kami beritakan data dari Commodity Futures Trading Commission (CFTC) bahwa posisi net-short euro naik ke level rekor tertingginya, dan posisi net long untuk dolar AS melonjak ke level tertingginya selama sekira 11 bulan.

Di awal pekan data ini memicu konsolidasi terhadap tekanan euro maupun dolar, dan kemudian di sesi Selasa eskalasi konsolidasi ini meningkat karena munculnya isu bailout, meskipun isu ini mendapat kontra dari petinggi ECB maupun pemerintah Zona Eropa sendiri.

(Candra Setya Santoso)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement