JAKARTA - PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) menargetkan penjualan naik hingga 15 persen tahun ini.Sementara 2010,penjualan PJAA berkisar Rp1 triliun.
”Kami telah menyiapkan berbagai inovasi produk serta acara yang memberikan value lebih kepada pengunjung.Sehingga,setiap pekan liburan tercipta suasana yang berbeda. Ini belum termasuk sejumlah properti yang kami kembangkan,” ujar Direktur Utama PJAA Budi Karya Sumadi di Jakarta.
Dia menambahkan, berbagai persiapan operasional, sarana dan prasarana, serta acara telah dipersiapkan perseroan untuk memberikan nilai tambah bagi pengunjung. Antara lain pengoptimalisasian transportasi dengan sarana sepeda, kendaraan wara-wiri,dan bus.
Hingga, bekerja sama dengan Transjakarta untuk pengoptimalisasian frekuensi armada Transjakarta dan PT Kereta Api Indonesia untuk Kereta Wisata demi memudahkan pengunjung menuju Ancol.
Tahun ini, lanjut Budi, PJAA telah menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp573 miliar. Rp280 miliar (61,81 persen) di antaranya akan dialokasikan ke sektor rekreasi, Rp148 miliar (37,67 persen) untuk sektor properti, dan sisanya untuk pengembangan proyek lainnya.
Hingga akhir 2010, total land bankyang dimiliki PJAA mencapai luas 46,01 ha yang tersebar di kawasan Ancol Barat dan Ancol Timur. Dari luas tersebut, 21,88 ha merupakan land bankyang siap dijual ke investor dan sisanya 24,13 merupakan under development land. Selain meluncurkan beberapa program inovasi acara baru yang menarik bagi pengunjung, 2010 lalu perseroan telah melakukan renovasi dan menghadirkan wahana serta fasilitas rekreasi spektakuler terbaru.
”Di antaranya Atlantis Water Adventure,Ocean Dream Samudra, maupun unit rekreasi Ancol Taman Impian lainnya,”jelas dia.
Sampai kuartal III-2010 pendapatan perseroan mengalami pertumbuhan cukup tinggi sebesar 22,53 persen atau naik menjadi Rp623,308 miliar dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya Rp508,716 miliar. Sebagian besar pertumbuhan pendapatan berasal dari peningkatan penjualan sektor properti sebesar 242,62 persen atau mencapai Rp175,778 miliar,dibandingkan tahun sebelumnya Rp51,304 miliar.
Sementara itu, pendapatan dari sektor rekreasi relatif stabil dan mengalami peningkatan yaitu dari Rp412,771 miliar per kuartal III- 2009 menjadi Rp417,015 miliar.
Analis pasar modal Michael Tjandra Tjoajadi mengatakan, emiten sektor rekreasi memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Ini karena masyarakat mulai menyadari pentingnya rekreasi bersama keluarga.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.