JAKARTA - Sekretaris Perusahaan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Natal Argawan Pardede akan menarik sekira 200 pekerjanya dalam pembangunan proyek di Libya.
Adapun dengan ditariknya pekerja di proyek tersebut, menyebabkan target penyelesaian pembangunan proyek patungan tersebut mundur dari target pada pertengahan tahun ini.
"Otomatis akan mundur, entah sampai kapan. Kita prioritaskan mengamankan pekerja-pekerja kita di sana,” ujar dia, di Jakarta, Selasa (22/2/2011).
Dia menjelaskan, saat ini perseroan sedang melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan BNP2TKI untuk melakukan evakuasi sejumlah pekerja, yang diharapkan akhir bulan ini bisa segera dilaksanakan.
Dirinya pun berharap konflik yang terjadi di negara tersebut segera selesai agar proyek tersebut tidak terlalu lama mundur dari target yang sudah ditetapkan sebelumnya lantaran akan menambah beban biaya. “Kami harapkan, proyek tersebut bisa selesai tahun ini,” imbuh dia.
Seperti diketahui, Wika bersama dengan perusahaan lokal Libya, Solar Sahara Investment membangun mal senilai USD11,6 juta atau setara Rp104,4 miliar.
Pembangunan mal milik World Islamic Council Society (WICS) tersebut mulai dikerjakan pada kuartal IV-2010 dan ditargetkan rampung pada akhir kuartal II-2011. Dalam proyek tersebut, Wika mendapatkan porsi mayoritas sebesar 70 persen dan sisanya 30 persen dimiliki Solar Sahara.
Sekadar informasi, WNI yang berada di Libya saat ini berjumlah 875. Sekira 500 di antaranya bekerja di sektor formal, di antaranya juga ada yang bekerja di sektor konstruksi dan di bidang perminyakan.