JAKARTA - PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) menuturkan rencana penjualan anak usahanya Patracom hingga saat ini masih saja terbentur permasalahan harga.
"Patracom kan sudah mau dijual, tapi sejauh ini harganya belum ada yang cocok," ungkap Direktur Utama TLKM Rinaldy Firmansyah kala ditemui dalam acara Anugerah BUMN Award 2011, di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/12/2011) malam.
Dirinya mengaku, pihaknya setiap saat siap untuk melepas Patracom. Namun dikarenakan belum adanya harga yang cocok, membuat proses penjualannya menjadi tersendat-sendat hingga saat ini. Saat ditanya mengenai harga penjualan pun Rinaldy enggan memberitahukannya.
"Kalau ada yang tertarik ya kita jual. Sekarang belum cocok harga. Patracom kan ingin spin off PT Elnusa Tbk (ELSA) juga. Makanya kita lihat harganya dulu. Kita sih setiap saat siap untuk lepas, asal harganya cocok," bebernya.
Seperti diberitakan sebelumnya, perseroan berniat untuk melakukan divestasi saham Patracom beberapa waktu lalu. Alasan, melakukan divestasi tersebut adalah karena perseroan sudah memililki anak usaha yang menjalankan bisnis yang sejenis.
"Kami melakukan divestasi karena sudah ada bisnis lain yang sejenis makanya kami lepas," ungkap Rinaldy beberapa waktu yang lalu.
Saat ini, menurutnya, di tubuh TLKM sendiri sedang merapikan portofolio bisnisnya. Khususnya untuk perusahaan sejenis yang dinilai terlalu banyak. "Ibarat tubuh, kita sedang membuang lemak yang terlalu banyak," ujarnya.
Sebagai informasi, saat ini kepemilikan saham Telkom di Patracom tercatat sebesar 40 persen. Sementara kepemilikan sahamnya di CSM sebesar 25 persen.
"Patracom ada 40 persen dan CSM 25 persen, itu akan dilepas, tidak bisa disebutkan angkanya. Siapa tahu nanti ada penawaran yang lebih tinggi," ungkap Rinaldi beberapa waktu lalu.
Seperti diketahui, Patracom merupakan perusahaan di bidang penyediaan layanan jaringan telekomunikasi berupa komunikasi data, suara, video, multimedia, dan internet.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.