Ilustrasi
JAKARTA - Sejumlah pengusaha asal India yang tergabung dalam Young Entrepreneur’s School (YES) Tamil Nadu Chamber of Commerce and Industry tengah menjajaki investasi di Indonesia senilai USD50 juta.
Sekjen Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Harry Warganegara mengatakan, hal itu dibahas ketika para pengusaha itu melakukan pertemuan dengan Hipmi pada beberapa hari lalu.
"Pertemuan itu adalah untuk menjajaki hubungan dagang dengan anggota Hipmi. ?Mereka total 61 delegasi. ?Selain itu, mereka juga ingin menjajaki kerja sama investasi,” kata Harry, di Jakarta, Rabu (25/1/2012).
Investasi tersebut akan dilakukan di sektor pengembangan cooking oil yang terbuat dari padi. Adapun besaran dana investasi yang sebesar USD50 juta tersebut nantinya akan digunakan untuk membangun pabrik dan demplot.
"Kerja sama investasi itu antara lain adalah pengembangan cooking oil dari padi. Nilai ?Secara garis besar, nilainya adalah sekira USD50 juta ?untuk pabrik dan demplot. ?Tahap pertama akan dilakukan di Jawa Timur. Sedangkan tahap kedua di Sulawesi Barat," jelasnya.
Selain itu, Harry menjelaskan, pengusaha asal India tersebut juga akan berinvestasi di sektor pertambangan batu bara. Nilai investasinya, kata dia, mungkin akan mencapai sekira USD75 juta untuk tahap pertama. Sedangkan sisanya masih dihitung. "?Pertambangan sedang dihitung. Menurut pengalaman sekira USD75 juta untuk start up," ungkapnya.
Namun, Harry mengaku, belum ada target berapa besar kapasitas produksi dari kedua investasi tersebut.
"Kunjungan delegasi untuk membuka kesempatan lainnya dan juga memperdalam kerja sama. ?Kita sekarang sedang menyelesaikan feasibility study (FS) yang sudah dimulai sejak tiga bulan lalu. Ditargetkan selesai Maret 2012 lalu kemudian mulai membangun pabrik,” tandasnya. (nia) (Sandra Karina/Koran SI/rhs)