Perjalanan "Dinas-dinasan", Dinas Atau Piknik ?

Jum'at, 27 Januari 2012 14:59 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Perjalanan kedinasan pejabat negara, diperkenankan membawa serta sanak keluarga. Bahkan, akomodasi untuk sanak keluarga juga ditanggung oleh negara.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Herry Purnomo mengatakan, bukan merupakan satu masalah ketika seorang pejabat negara membawa serta sanak keluarga saat melakukan perjalanan kedinasan. "Ada aturannya, kalau memang butuh membawa keluarga, semisal istri," ungkap Herry di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (27/1/2012).

Bahkan, negara turut serta menanggung akomodasi untuk sanak keluarga. Itupun selama alokasi dana untuk perjalanan dinas pejabat negara memang mencukupi. "Kalau anggarannya ada dan mencukupi. Masa istri naik kereta, kita naik pesawat kalau dinas luar kota misalnya," katanya.

Namun, Herry mengklaim, tidak banyak yang melakukan hal tersebut. Penyimpangan perjalanan dinas fiktif pun diakui semakin berkurang. Menurutnya, praktik-praktik perjalanan dinas fiktif termasuk kategori penyelewengan dan berpotensi merugikan negara. Hanya saja, Herry belum berkenan menyebutkan potensi kerugian negara dari praktik penyimpangan perjalanan kedinasan.

Sebelumnya, hasil temuan dan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI mengungkapkan praktik-praktik tidak sehat dalam penggunaan anggaran negara, seperti perjalanan dinas "semu" yang dilakukan oleh pejabat K/L masih terjadi.

Anggota BPK RI Taufiequrahman Ruki mengatakan, dalam proses perencanaan dan penganggaran yang dilakukan oleh kementerian/lembaga, belum disesuaikan dengan kebutuhan riil kementerian/lembaga. Hal tersebut tergambar melalui temuan perjalanan dinas semu. (mrt) (Wisnoe Moerti/Koran SI/rhs)
  • edan » 0 Tanggapan
    jalan2 ke luar negeri sudah biasa dilakukan para pejabat..terkadang tujuan ga jelas..udah tau di negara tujuan study banding pemerintahannya libur, eh pejabat masih tetep kesana..klo ditanay jawabnya ga tau..kyk jawaban ana SD aja..mungkin menurut para pejabat ini sebuah kesempatan..kpn lg mereka dapet jalan2 keluar negeri gratis..memang pejabat kita semuanya pintar,,pintar ngeles,pintar buang2 duit negara,pintar korupsi,dan pintar berlagak kayak orang g****k yg g berpendidikan klo sudah ditanay pertanggung jawabannya..kapan negara bisa maju..klo pejabatnya kyk gini...yg ada sekarang malah rakyatnya yg semakin pinter menilai kinerja wakil rakyatnya ketimbang wakil rakyatnya sendiri yg semakin g****k untuk mewakili rakyat yg dulu mendukung mereka..
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit