Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pergerakan Rupiah Masih Dibayangi Kepastian BBM

Yuni Astutik , Jurnalis-Rabu, 29 Februari 2012 |06:37 WIB
Pergerakan Rupiah Masih Dibayangi Kepastian BBM
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

 JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi masih belum bisa terlepas dari level Rp9.100 per USD.

Analis valuta asing Rully Nova menyatakan, investor saat ini diliputi kekhawatiran terkait rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi pada April mendatang.

"Perkiraannya masih dikisaran Rp9.100 per USD," katanya saat dihubungi okezone di Jakarta, Rabu (209/2/2012).

Menurutnya, ketidakpastian yang tinggi ini akan sejalan dengan munculnya spekulan di pasar uang. "Spekulan akan memanfaatkan momentum ini, ditengah keraguan pemerintah terhadap kenaikan BBM subsidi," akunya.

Menurutnya, pelaku pasar merasa khawatir jika kenaikan BBM akan sama seperti yang pernah terjadi pada 2005 lalu.

"Investor masih ingat kejadian yang sama 2005 lalu, apalagi ini masih pemimpin yang sama. Tapi mereka masih bisa berfikir rasional, karena kondisi yang berbeda. 2005 BI Rate likuiditas sangat ketat bisa 12 persen," tandasnya.

Informasi saja, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah berada pada level Rp9.158 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian Rp9.112-Rp9.204 per USD. Sementara mengutip yahoofinance rupiah bercokol pada kisaran Rp9.113 per USD, dengan range perdagangan Rp9.112-Rp9.168 per USD. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement