HT Ajak Profesional RI di Singapura Berwirausaha di Tanah Air

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone
Minggu, 15 Juli 2012 16:21 wib
Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Koran SI)
Hary Tanoesoedibjo. (Foto: Koran SI)
JAKARTA - Selama ini sangat banyak profesional bahkan pengusaha yang bertahan dan berinvestasi di Singapura. Padahal, Indonesia saat ini adalah negara yang paling berprospek di dunia.

CEO MNC Grup Hary Tanoesoedibjo mengungkapkan, kawasan Asia adalah kawasan yang paling maju perekonomiannya di dunia. Karena kawasan Eropa dan kawasan Amerika sedang mengalami krisis ekonomi.

"Sementara untuk kawasan Asia, Indonesia merupakan negara yang paling siap menghadapi krisis karena perekonomiannya bersandar kepada perekonomian lokal dan tidak bersandar pada ekspor," ungkap dia ketika menjadi pembicara dalam Dialog Tokoh Nasional dihadapan ratusan profesional Indonesia di KBRI Singapura seperti dilansir dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (15/7/2012).

Menurutnya, Eropa mengalami krisis karena beban hutang sudah mencapai 70 persen dibanding GDP. Sementara kondisi usia masyarakat relatif 65 tahun ke atas. Akibatnya, biaya untuk tunjangan kalangan usia tua sangat tinggi, sementara kontribusi pajak hanya 35 persen.

"GDP negara-negara Eropa 50 persen didukung anggaran negara. Jadi tidak akan ada perbaikan dalam jangka waktu pendek. Sehingga pertumbuhan juga akan terus turun," jelas dia.

Di sisi lain, negara dengan perekonomian terdepan, Amerika Serikat (AS) juga mengalami hal yang sama. Setelah krisis akibat subprime mortage dan perubahan belum banyak terjadi, pengangguran juga terus naik.

"Akibat kedua kawasan ini melambat pertumbuhannya, impor mereka juga akan menurun, dan Negara yang paling terkena imbas terhadap penurunan pertumbuhan adalah China yang memang 70 persen perekonomiannya ditopang oleh ekspor dan mayoritas ke dua kawasan tersebut," tambahnya.

Sementara Indonesia, dengan jumlah penduduk tiga besar di Asia, memiliki jumlah usia produktif mencapai 70 persen atau sekitar 150 juta orang. Usia produktif ini membuat daya beli masyarakat Indonesia juga tinggi, sehingga tingkat konsumsi juga tinggi.

"Hal ini akan mendorong tingginya produktivitas industri dan PHK juga menjadi sangat rendah. Basis ekonomi kita 63 persen adalah konsumsi, dimana 65 persennya digerakkan oleh private sector, dan dapat dilihat juga kalau inflasi di Indonesia sangat rendah. Sehingga daya beli tinggi tetap dapat dipertahankan," urai Hary Tanoe.

Di samping itu, sumber daya alam Bangsa Indonesia masih sangat besar, baik perikanan, pertambangan, pertanian dan lainnya. Hal ini membuat perbedaan dan daya kompetisi yang tinggi, karena masih banyak yang bisa diberdayakan secara maksimal. "Sementara saat ini masih belum optimal, karena belum terjadi pemanfaatan yang baik dan yang dapat mensejahterakan," katanya.

Menurutnya, faktor-faktor inilah yang membuat Indonesia harus dijamah para profesional-profesional, serta wiraswasta Indonesia di Singapura, dan Luar Negeri untuk kembali ke Indonesia. "Karena Indonesia adalah negara yang memiliki peluang untuk maju, dan membutuhkan orang-orang Indonesia di Luar Negeri untuk ikut membenahi dan memperbaki Bangsa Indonesia," tukas dia. (mrt)
  • ff » 0 Tanggapan
    Sejak ikut politik ya mas,pake singkatan HT.ga malah rugi ikut politik karena banyak yang muak dengan parpol.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit
BACA JUGA ยป