JAKARTA - Badan Pengawas Pasar Modal-Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) menyebut pihaknya belum tahu masalah yang terkait dengan PT Bumi Resourses Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Energy (BRAU). Meski begitu, BUMI berjanji memberi konfirmasi ke Bapepam tanggal 27 mendatang.
Ketua Bapepam-LK Ngalim Sawega mengatakan pihaknya telah menghubungi BUMI untuk meminta konfirmasi terkait kasus tersebut.
"Saya tidak mengerti, tapi sebagai otoritas begitu melihat yang seperti ini kita langsung tanyakan, saya juga telah berbicara dengan Pak Ari Hudaya,"katanya di Jakarta, Rabu (26/9/2012).
Berdasarkan prosedur, lanjutnya, pihak BUMI telah diberikan waktu selama tiga hari sehingga BUMI akan menjawabnya tanggal 27 September.
"Tapi dari penjelasan lisan Pak Ari kemarin, menurut dia sendiri, itu audit biasa,"tandasnya.
Saat ditanyakan apakah terjadi penyimpangan dana pengembangan, Ngalim mengatakan bahwa kasus ini masih berupa indikasi bukan penyimpangan.
"Bagi kami yang penting disclosurenya. Di laporan keuangan, mungkin itu mereka taruh dana pengembangan, tapi digunakan atau tidak itu kan yang jadi masalah bagi Bumi Plc," tambahnya.
Ngalim menambahkan, masalah itu hanya masalah terminology yang dia pakai.
"Secara accounting, pencatatannya di kita, itu nggak ada catatan yang namanya dana pengembangan sekian, yang ada palingan itu investasi di sini. Makanya nanti kita lihat penjelasannya seperti apa setelah si BUMI itu ketemu dengan Bumi Plc,"tambahnya.
Meskipun begitu, dia menilai bahwa penurunan laporan keuangan BUMI masih wajar.
"Selama ini penurunannya masih wajar. Kalau tidak wajar, itu kita punya system. Jangan sampai sebetulnya tidak wajar, orang pada jual, dibeli kamu sendiri, diborong, kemudian dijual pada saat tinggi. Semua itu jadi perhatian otoritas," tandas dia. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.