Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dana Idle Instrumen Operasi Moneter Perbankan Capai Rp500 T

Iwan Supriyatna , Jurnalis-Kamis, 27 September 2012 |13:22 WIB
  Dana <i>Idle</i> Instrumen Operasi Moneter Perbankan Capai Rp500 T
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Penempatan kelebihan dana perbankan pada instrumen operasi moneter masih mencatatkan angka yang tinggi. Tercatat terdapat dana sekira Rp500 triliun pada instrumen tersebut.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Hendar menuturkan, kelebihan dana perbankan tersebut perlu dialihkan guna mendukung pembiayaan perekonomian lain.

"Terdapat sejumlah dana yang tidak produktif, padahal dana tersebut mampu mendukung pembiayaan pembangunan," jelas dia dalam acara 'Tantangan Perekonomian Indonesia dan Strategi Pengelolaan Moneter BI', di Gedung BI, Jakarta, Kamis (27/9/2012).

Hendar mengatakan, pada April 2012 penempatan kelebihan dana perbankan pada instrumen operasi moneter mencapai Rp500 triliun. Menurutnya, kelebihan dana tersebut harus disalurkan ke sektor rill yang berdampak langsung kepada stabilitas moneter.

Namun, Hendar mengatakan kelebihan dana tersebut belum tersalurkan ke sektor rill. "Rp500 triliun tidak tersalurkan ke sektor riil, yang berdampak kepada stabilitas moneter," jelasnya.

Karenannya, untuk merespons risiko eksternal akibat ketidakpastian ekonomi global, BI dalam hal ini mengambil langkah penguatan operasi moneter untuk mengendalikan volatilitas rupiah dan mendorong pendalaman valas domestik.

Dia melanjutkan, BI telah melakukan berbagai upaya untuk menangani hal tersebut, seperti pembatasan aksi spekulasi pada SBI melalui penerapan minimum holding period dan pengurangan suplai SBI.

Selain itu, BI juga memperhatikan implementasi operasi moneter pada pasar SBN dan pasar valas secara bersamaan. Meski begitu, perlu adanya implementasi term deposit valas dan pelonggaran regulasi terkait pasar valas untuk menambah pasokan valas.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement