Pemerintah Diminta Perhatikan Infrastruktur Irigrasi

|

K. Yudha Wirakusuma - Okezone

Ilustrasi

Pemerintah Diminta Perhatikan Infrastruktur Irigrasi
JAKARTA - DPR meminta kepada pemerintah agar dapat memperhatikan sektor pertanian di Tanah Air. Perhatian sejatinya diberikan terutama terhadap infrastruktur irigasi.

"Tentunya agar tidak terjadi penurunan fungsi yang dapat berdampak terhadap produksi pertanian. Makanya ini menjadi perhatian yang serius bagi DPR terhadap  infrastruktur irigasi," kata anggota DPR RI Komisi V dari Fraksi Partai Demokrat Mulyadi, di Jakarta, Senin (18/3/2013).
 
Kementerian terkait diharapkan dapat membantu Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam rehabilitasi jaringan irigasi yang dibawah 3.000 hektare,  terutama provinsi yang selama ini menjadi lumbung padi nasional diantaranya Provinsi Sumatera Barat.
 
Menurutnya, selama menjadi anggota DPR dirinya telah memperjuangkan bantuan rehabilitasi irigasi di Kabupaten Agam, Padang Pariaman, 50 Kota dan Pasaman serta Pasaman Barat. "Hal tersebut harus benar-benar diperhatikan oleh pemerintah agar bisa berjalan dengan baik," terang Mulyadi yang juga Wakil Ketua Komisi V ini.
 
Mulyadi menambahkan berdasarkan data, justru irigasi 3.000 hektare ke bawah saat ini yang banyak mengalami penurunan fungsi. Dimanaya menurutnya luas lahan pertanian yang dialirinya secara kumulatif, dari luas total secara nasional mencapai 65 persen lebih.
 
"Jadi apabila tidak dilakukan intervensi melalui APBN,sementara kemampuan APBD juga sangat terbatas, hal ini tentunya dapat membahayakan produksi pertanian kita," lugasnya.
 
Pengurus harian DPP Partai Demokrat ini mengatakan bahwa Presiden telah mencanangkan surplus 10 juta ton beras sampai akhir 2014 mendatang.

"Jadi sebagai pimpinan Komisi dari Fraksi Demokrat saya berkewajiban mengamankan apa yang telah dicanangkan Pemerintah. Tentunya unsur kita juga bersyukur bilamana seluruh pimpinan dan anggota Komisi V satu bahasa menyepakatainya. Karena semua tersebut adalah untuk kepentingan rakyat," paparnya.
 
Sebagai kader Partai Demokrat dirinya tidak pernah lupa apa yang pernah disampaikan Pak SBY yang juga Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat walaupun itu sudah satu tahun lebih.
 
"Di atas pesawat saat pergi keluar negeri ke India dan Swiss Pak SBY meminta kepada kita harus mewaspadai timbulnya krisis pangan dan energi pada 2025 nanti," tuturnya.
 
"Karena kebutuhan terhadap pangan dan energi yang terus meningkat, khusus pangan pencetakan sawah baru belum mampu menormalisasi alih fungsi lahan persawahan yang telah terjadi," tutupnya.
(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Beban Masyarakat Besar, Tarif Listrik Jangan Naik Dulu