SOLO – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah V Jateng-DIY, Dewi Setyowati mengungkapkan bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Jawa Tengah kini mulai dilengkapi Sistem Informasi Harga dan Produksi Komoditi (SiHati).
Salah satu tujuannya, yakni menyediakan media sharing informasi yang komprehensif dan mudah diakses. SiHati dapat diakses sewaktu-waktu oleh semua pihak, dan dapat menyajikan berbagai data informasi terkait dengan pemantauan dan pengendalian harga di Jawa Tengah.
"Selain data harga dan produksi, ditampilkan pula informasi lainnya seperti hasil survey dan kajian," ungkapnya saat bertemu Okezone, di Kantor Perwakilan BI Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/4/2013).
Dia mengatakan, adanya SiHati akan memberi manfaat kepada masyarakat, di antaranya informasi yang berkualitas terkait harga dan produksi komoditas, termasuk mengendalikan ekspektasi. Selain itu masyarakat menjadi lebih paham terhadap kondisi aktual yang terjadi.
Begitu pula manfaat bagi pemerintah daerah, kata Dewi, yakni tersedianya dashboard informasi terkait pengendalian inflasi yang lebih tereintegrasi, sekaligus meningkatkan koordinasi antar dinas/instansi dan antar pemerintah kabupaten/kota.
Menurut Dewi, berdasarkan series data, komoditas kelompok bahan makanan merupakan jenis komoditas yang memberikan sumbangan terhadap pembentukan inflasi di wilayah Jawa Tengah-DIY.
"Data harga yang dicakup diambil dari data harga di tujuh kota yang disurvei oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan di Jawa Tengah, yakni Semarang, Solo, Tegal, Purwokerto, Kudus, dan Magelang," jelasnya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.