Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jasa Keuangan Syariah Kurang Berperan di Industri Lifestyle Halal

Maesaroh , Jurnalis-Kamis, 01 Mei 2014 |18:04 WIB
Jasa Keuangan Syariah Kurang Berperan di Industri Lifestyle Halal
Ilustrasi: (Foto: Reuters)
A
A
A

JAKARTA - Keuangan syariah dan industri halal terutama terkait makanan dan gaya hidup (lifestyle) halal (fashion, pariwisata, farmasi, kosmetik, dan media/rekreasi), tengah menjadi fenomena global karena pesatnya pertumbuhan kedua industri tersebut. Sayangnya, konektivitas atau jalinan keuangan syariah dan industri lifestyle halal justru belum berpadu dengan mulus. 

Berdasarkan data DinarStandard, dari  sebanyak 340 transaksi investasi di segmen pangan dan pertanian di negara-negara OKI (Organisasi Konferensi Islam) sepanjang tahun 2011-2013 yang mencapai USD14,9 miliar hanya 17 transaksi dengan nilai USD22 juta yang berhubungan dengan perusahaan makanan halal dilaporkan dunia.

Karena itulah, DinarStandard sebagai sebuah perusahaan penelitian strategi pertumbuhan dan advisory yang mengkhususkan diri dalam ekonomi Islam global berupaya keras untuk memadukan sinergi antara keuangan syariah dan industri gaya hidup halal.

"Saya sangat gembira untuk memimpin DinarStandard untuk memenuhi kebutuhan para pemangku kepentingan dalam enam sisi ekonomi gaya hidup Islami yang bernilai USD1,62 triliun dengan konektivitas ke industri keuangan syariah," Kata ketua DinarStandard Rushdi Siddiqui dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Kamis (1/5/2014).

Sebagai informasi, riset dari DinarStandard yang dikeluarkan akhir tahun lalu menunjukan bahwa potensi pasar sektor makanan dan gaya hidup halal global menembus USD1,62 triliun pada tahun 2012 dan diperkirakan akan meningkat menjadi USD2,47 pada tahun 2018.

Khusus di wilayah Asia Timur, pasar konsumen gaya hidup Islami domestik terbesar adalah Indonesia, Malaysia, Tiongkok, Singapura dan Filipina, dengan total potensi pasar USD294 miliar pada tahun 2012, dan diperkirakan akan menyentuh  USD494 miliar pada tahun 2018. Namun, sebagian besar pasar ini berada di Indonesia dengan pasar gaya hidup Islam diperkirakan sebesar USD235 miliar (2012).

(Fakhri Rezy)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement