Hal ini juga sebagai cara Pelni menyiapkan alternatif transportasi angkutan penumpang laut bagi masyarakat timur Indonesia, khususnya warga Makassar dan Labuan Bajo.
Direktur Utama Pelni Sulistyo Wimbo Hardjito menjelaskan, KFC Jetliner ini dibeli Pelni dari Norwegia pada 2000 dengan tahun pembuatan kapal pada 1998. KFC Jetliner merupakan armada Pelni yang dimiliki sejak 2000 dan sempat disewakan kepada negara Srilangka selama beberapa tahun untuk mobilisasi pasukan melawan pasukan macan tamil.
"Ini sudah beli lama, lalu disewakan ke Srilangka dan balik ke kami pada 2011. Selama itu belum beroperasi. Hari ini kami coba operasikan kembali. Kami beli harganya Rp160 miliar dan didatangkan pada 2000," kata Wimbo di Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/6/2015).
Wimbo menambahkan, pemilihan rute Makassar-Labuan Bajo dikarenakan rute ini diminati cukup tinggi oleh masyarakat, bahkan turis lokal hingga asing. Selain itu, perairan laut di Indonesia ini cukup bersih sehingga kapal ini dapat beroperasi dengan maksimal.