JAKARTA - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) direncanakan akan menggelar Rapat Pimpinan (Rapim) pada 11-12 Januari 2016 sebagai sarana evaluasi, koordinasi dan konsolidasi.
Adapun, penerimaan pajak 2015 menjadikan suatu tantangan, di mana adanya 'Korban' Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi mengundurkan diri dari jabatannya, akibat tak sanggup mengejar capai target pajak 2015.
Oleh karenanya, Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) menilai dalam Rapim 2016, pajak menjadi isu penting yang menjadi andalan pemerintah.
Diperlukan paradigma baru yang jelas agar reformasi perpajakan yang mencakup kebijakan pajak, peraturan perpajakan, dan administrasi perpajakan dapat mendukung capaian target pemerintah pada 2016.
"Tahun ini adalah momentum untuk melakukan konsolidasi dan koordinasi fiskal yang tidak boleh disia-siakan dan diharapkan meningkatkan partisipasi publik yang semakin besar," ujar Direktur Eksekutif CITA Yustinus Prastowo dalam keterangan yang diterima Okezone, Minggu (10/1/2016).