JAKARTA - China (Tiongkok) saat ini sedang dilanda permasalahan yang cukup serius. Hal ini membuat China perlu mengambil beberapa tindakan besar untuk mengembalikan perekonomiannya.
Seperti diketahui, China berurusan dengan nilai tukar mata uangnya yang jatuh, pasar saham sangat fluktuatif dan margin perusahaan yang menipis untuk menggerakkan pertumbuhan negaranya.
"Suntikan kredit lebih besar sangat mungkin terjadi di 2016, tapi kita perlu untuk melihat angka sebesar 37,5 triliun yuan (USD5,6 triliun) pada 2016 mencapai dorongan kredit yang besarnya sama dengan tahun 2009," tulis Peneliti Otonomi Charlene Chu, mengutip Business Insider, Selasa (12/1/2016).
Angka-angka tersebut, lanjutnya didasarkan pada perhitungan internal dari Total Pembiayaan Sosial (TSF) China, sebuah metrik pemerintah yang dikembangkan untuk melacak berapa banyak uang yang mengalir melalui ekonomi.
Hal ini tentunya menjadi sulit bagi pemerintah. Akan tetapi, langkah-langkah stimulus yang telah diterapkan selama setahun terakhir ternyata tidak benar-benar bekerja.