"Tuas kebijakan moneter lain tidak berdampak, atau efektivitasnya terbatas dalam gelombang deflasi China, perlambatan industri sekunder dan kelebihan kapasitas," kata Chu.
"Pemotongan suku bunga dapat membantu meringankan beban utang, tetapi tidak cukup untuk mengatasi ini," lanjut dia.
Selama terdepresiasinya yuan, kas China memang menunjukkan hal yang sangat menakjubkan. Pada Desember 2015, China bahkan menghabiskan cadangan devisanya USD108 miliar untuk menjaga mata uang.(rai)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.