JAKARTA - Ekonomi Indonesia berhasil tumbuh positif di tengah gejolak ekonomi global. Padahal, harga bahan komoditas yang selama ini menjadi tumpuan bagi ekonomi Indonesia juga tengah mengalami pelemahan.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, saat ini pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk jajaran tiga besar di dunia. Hanya saja, pemerintah dituntut untuk tidak lengah karena masih adanya ancaman bagi ekonomi global sepanjang 2017 mendatang.
"Kita selalu bisa menempatkan the tird highest ekonomi. RRT (China) dan India juga mengalami struggle untuk mempertahankan di atas 6%. Jadi kita belum tentu ada di level itu seterusnya, dan belum tentu selalu dinikmati oleh masyarakat," tuturnya di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (15/12/2016).
Pada tahun 2017, lanjutnya, APBN telah dirancang lebih realistis. Dengan begitu, diharapkan kepercayaan investor dapat meningkat sehingga mampu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai di atas 5%.
"Ini yang jadi pesan bagaimana kita akan gunakan instrumen APBN sebagai instrumen fiskal bersama instrumen ekonomi lainnya, sehingga menciptakan ekonomi yang kita harapkan," tuturnya.
Diharapkan, kepercayaan investor kepada Indonesia dapat meningkat berkat APBN yang telah dirumuskan oleh pemerintah. Dengan begitu, aktivitas ekonomi pada berbagai daerah juga dapat meningkat dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Jadi bagaimana membuat fiskal untuk menunjang investasi. Intinya adalah private sector. Confidence private sector penting agar bisa tumbuh berkembang sehat dan kompetitif," tutupnya.
(Raisa Adila)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.