Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bikin Miskin, Konsumsi Rokok Perlu Dikurangi!

Feby Novalius , Jurnalis-Selasa, 23 Mei 2017 |19:35 WIB
<i>Bikin</i> Miskin, Konsumsi Rokok Perlu Dikurangi!
Ilustrasi: Reuters
A
A
A

JAKARTA - Anggapan masyarakat dengan penyesuaian tarif untuk pelanggan listrik 900 va yang dilakukan bertahap sejak Januari 2017 membuat resah. Pasalnya, penyesuaian tarif yang bergulir hingga Mei untuk pelanggan 900 va ini mengalami penyesuaian dianggap memberatkan.

Menurut Ketua Harian YLKI Tulus Abadi, semestinya masyarakat tidak menganggap penyesuaian tarif ini memberatkan. Sebab, berdasarkan catatan YLKI kenaikan tarif 900 va yang masuk kategori masyarakat mampu tidak akan membuat miskin.

"Catatan kami dampak kenaikan TDL ini 2,86% pemicu kemiskinan. Bila dibandingkan dengan rokok, 10,7% ini menjadi faktor yang memiskinkan masyarakat," ujarnya di Cikini, Jakarta, Selasa (23/5/2017).

Tulus mengatakan, uang keluar dari masyarakat untuk rokok menduduki peringkat ke-2 di bawah pengeluaran pembelian bahan pokok seperti beras. Jika dilihat secara riil, kata Tulus, yang perlu dikurangi adalah konsumsi rokok, sehingga biayanya bisa memenuhi kebutuhan lainnya termasuk membeli listrik.

"Ini data BPS yang mengungkap memiskinkan uang masyarakat itu habis untuk rokok. Rumah tangga itu paling menggerus pengeluaran di beras, baru kemudian rokok," tuturnya.

(Rizkie Fauzian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement