BALIKPAPAN - Pertamina Refenary unit V Balikpapan, Kalimantan Timur berhasil melakukan langkah recovery gas buang terbuang selama pengolahan minyak mentah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM).
Recovery gas yang dihasilkan tiap harinya mencapai 20 ton/hari. Keberhasilan ini tidak lepas dari program Operational Performance Improvement (OPI) yang digulirkan sejak September 2008 lalu.
"Sejak kita tanamkan program OPI, maka recovery gas yang sudah off splay bisa dimanfaatkan kembali dan ternyata memberikan hasil yang signifikan, yakni bisa menghasilkan 20 ton/hari untuk gas elpiji dari gas yang sudah offline itu," ungkap General Manager Refenary Unit V Balikpapan Rahmat Hardadi, ketika berbincang-bincang dengan wartawan saat media visit Pertamina 2009, di Gedung Banua Patra, Balikpapan, Kaltim, Jumat (21/8/2009).
Meski tidak menyebutkan cost recovery, namun menurut Rahmat apa yang telah dilakukan tim OPI ini telah memberikan nilai tambah yang sangat signifikan seperti gas elpiji ini.
OPI ini merupakan program yang menyiapkan seluruh inisiatif-inisiatif yang mendukung program transformasi yang dijalankan di lini operasional kilang. OPI bertujuan untuk menjadi tools transformasi, karena pada prinsipnya harus melakukan perubahan adalah fungsi lini.
"OPI ini memiliki gugus tugas yang masing-masing ada owner dan leader-nya salah satu ada divisi produksi. Mereka yang berprestasi, kita berikan apresiasi " ucap Hardadi.
Rachmat mengatakan, Kilang Balikpapan memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah sebanyak 260 ribu barel/hari. Sementara untuk produksi gas mencapai 300-450 ton/hari tergantung pada jenis crude yang diperoleh.
Gas yang dihasilkan dari pemanfaatan gas yang sudah terbuang itu, bisa dikonsumsi masyarakat yakni gas elpiji 12 kg. "Gas yang dihasilkan itu standar pasar yang layak digunakan," tandasnya.
Sementara pada jumat pagi (21/8) media visit Pertamina melakukan kunjungan di kilang Balikpapan yang terletak dipinggir pantai teluk Balikpapan. Pekerja pers melihat langsung instalasi kilang pengelelolaan minyak mentah menjadi berbagai jenis BBM.
Mereka juga berkesempatan mengunjungi ruang pengendalian kilang Balikpapan I yang mengolah minyak mentah hingga 200 ribu barel/hari.
"Sejak 1996, ruang kontrol dilakukan secara elektrik dengan teknologi dari Amerka sebelumnya dilakukan secara manual. Ruang kontrol berisi 20-30 orang yang memantau proses pengolahan jika terjadi problem. Di ruang kontrol ini kita bisa mengetahui masalah yang timbul, jadi sudah ada tim khusus yang menanganinya secara cepat," jelas Wiko Javianto dari Tim OPI yang terlibat dalam upgrade teknologi ruang pengendali kilang Balikpapan I ini.
Untuk memasuki kawasan kilang Balikpapan, mereka yang masuk dilarang membawa korek api, rokok, dan membawa kendaraan berbahan bakar premium. Jurnalis juga dilarang menggunakan blitz kamera saat mengambil gambar, karena tingkat kepekaan yang sangat tinggi di sekitar kilang.