JAKARTA - Setelah bekerja sama dengan Somalia, kini Perum Percetakan Uang RI (Peruri) menargetkan memproduksi uang untuk Sri Lanka dan Nigeria.
“Sri Lanka dan Nigeria sampai saat ini masih dalam negosiasi, moga tahun ini bisa terlaksana,” kata Direktur Utama Peruri Junino Jahja, usai penandatanganan pemberian fasilitas kredit BNI-Peruri di kantor pusat BNI, Jakarta, Jumat (12/3/2010).
Menurut Junino, kini Peruri memang tengah mencari pangsa pasar baru di kawasan Afrika bagian selatan dan utara. Sebelumnya, untuk daerah Afrika bagian selatan Peruri telah bekerja sama dengan Mauritius.
“Untuk Mauritius, kami sudah memproduksi 32 juta keping uang logam,” ungkap Corporate Secretary Peruri Toni Pandelaki pada kesempatan yang sama.
Selain Mauritius, lanjut Toni, Peruri juga memproduksi 100 juta bilyet (lembar) uang kertas untuk Nepal. “Peruri sebenarnya juga sudah bekerja sama dengan Sri Lanka dalam pembuatan pasport,” tukas Toni.
Toni menyebutkan Peruri telah memproduksi tiga juta lembar pasport untuk Srilanka. Berbeda dari pemesan domestik, yang mana bahan produksi seperti kertas dan logam disediakan oleh Bank Indonesia (BI), untuk pemesanan luar semua keperluannya diurus langsung Peruri, termasuk penyediaan bahan.
“Kalau pesanan dari luar, semua Peruri yang menyediakan, mulai dari bahan hingga akhir produksi,” tutur Toni.