Pelni Kembangkan Bisnis Angkut Multi-purpose

Wilda Asmarini, Jurnalis
Kamis 29 April 2010 15:48 WIB
Image : Ist
Share :

JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) akan mengembangkan bisnisnya dari angkutan penumpang menjadi angkutan multi-purpose, sehingga yang tadinya murni kapal angkutan penumpang akan dimodifikasi menjadi angkutan penumpang, barang, dan kendaraan.

Demikian disampaikan Direktur Utama Pelni Jussabella Sahea saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Kamis (29/04/2010).

"Tahap satu sedang dilakukan modifikasi KM Dobonsolo yang rencananya akan dioperasikan pada Semester II 2010," tuturnya di hadapan anggota Dewan.

Dia mengatakan, kapal modifikasi ini nantinya akan berkapasitas 1.186 penumpang, 43 unit container, 40 kendaraan jenis sedan dan 12 kendaraan jenis truk.

Sementara untuk nilai investasinya, dia mengatakan mencapai Rp70 miliar dan diperoleh dari kerja sama dengan pihak ketiga. Namun saat ditanya lebih lanjut siapa investor tersebut, Bella masih enggan
menyebutkannya.

"Dana modifikasi sebesar Rp70 miliar, kerja sama dengan investor, dari pihak ketiga," ujarnya.

"Baru satu unit, pilot project, untuk 2010. Target kami tetap penumpang, tapi untuk mengurangi jumlah penumpang yang sekarang bersaing dengan pesawat udara, kami tidak bisa bersaing dengan mereka," jelasnya.

Menurutnya saat ini sangat tidak wajar bersaing dengan angkutan pesawat udara. Rute Jakarta-Manado misalnya, dia mencontohkan, pesawat udara hanya memerlukan waktu tiga jam, sedangkan untuk kapal laut butuh lima hari.

"Oleh karena itu, kami upayakan menurunkan jumlah penumpang dan menjadikan angkutan barang," tukasnya.

Penurunan jumlah penumpang, lanjutnya, berarti akan berdampak pada kekurangan revenue. Lalu untuk mengganti kekurangan revenue tersebut, maka sebagai gantinya yaitu dengan memodifikasi jenis angkutan seperti barang dan kendaraan. "Modifikasi selesai Mei 2010 ini. Tapi perdananya mungkin Juni," tandasnya.

Selain memodifikasi jenis angkutan, Pelni juga akan melaksanakan spin-off (pemisahan) beberapa unit usaha menjadi SBU dari unit Cost Center menjadi unit Profit Center, seperti galangan kapal, wisma Cipayung, dan keagenan kapal.

Rencana pengembangan bisnis selanjutnya yaitu upgrading akomodasi kelas ekonomi menjadi kelas III wisata pada KM Dobonsolo dan KM Gunung Dempo. "Selain itu juga melakukan kerja sama dengan BKKBN dalam Program Pelayanan KB di atas kapal dan penggunaan poliklinik kapal sebagai Rumah Sakit Terapung di pelabuhan tertentu," imbuhnya.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya