JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) mulai melaksanakan penarikan pekerja anak di 21 provinsi dan 84 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Penarikan pekerja anak ini untuk mendukung program kerja Pengurangan Pekerja Anak dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PPA-PKH) 2012.
Pada 2012 ini, Kemenakertrans menargetkan penarikan sebanyak 10.750 pekerja anak. Target ini meningkat lebih dari 300 persen dibandingkan tahun lalu. Pada 2011, dengan target penarikan pekerja anak sebanyak 3.360 anak, realisasi penarikan sebanyak 3.360 anak atau mencapai 100 persen dengan jumlah yang terfasilitasi ke pendidikan mencapai 3.032 atau 90,2 persen.
"Dari tahun ke tahun, jumlah pekerja anak yang terfasilitasi ke pendidikan meningkat cukup signifikan. Hal tersebut disebabkan adanya peningkatan koordinasi dan kerja sama antarinstansi terkait terutama dalam pengembalian pekerja anak ke pendidikan," kata Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan (PPK) Kemnakertrans Muji Handaya di Jakarta, Selasa (14/2/2012).
Dari capaian penarikan pekerja anak sejak tahun 2008 sampai 2011 tercatat sebanyak 11.213 anak dan peningkatan yang terfasilitasi ke pendidikan ini menunjukkan bahwa kondisi koordinasi dan kerja sama antarinstansi pemerintah maupun nonpemerintah semakin baik dan kondusif.
Kegiatan PPA-PKH dimulai sejak 2008 dengan target penarikan pekerja anak sebanyak 4.853 anak di 48 kabupaten/kota di tujuh provinsi dengan realisasi penarikan mencapai 4.850 anak atau 100 persen.
Namun, jumlah yang terfasilitasi pendidikan hanya mencapai 1.523 anak atau 32 persen. Hal tersebut disebabkan belum optimalnya koordinasi dengan instansi terkait khususnya dalam pengembalian pekerja anak ke dunia pendidikan.
Pada 2010, Kemnakertrans melaksanakan penarikan pekerja anak dengan target 3.000 anak di 50 kota/kabupaten di 13 provinsi. Dengan realisasi penarikan pekerja anak mencapai 3.000 anak atau 100 persen dan jumlah yang terfasilitasi ke pendidikan mencapai 2.250 anak atau 74 persen. Sebelumnya, pada 2009 kegiatan ini ditiadakan.
"Untuk 2012, target penarikan pekerja anak dalam mendukung program keluarga harapan sebesar 10.750. Penarikan pekerja anak ini dilaksanakan di 21 provinsi dan 84 kabupaten/kota di seluruh Indonesia," kata Muji.
Provinsi yang terlibat dalam penarikan pekerja anak ini adalah Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, Gorontalo, Sulawesi Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Banten, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung, Sumatera Utara, Sulawesi Tengah, dan Aceh.
Di samping itu upaya pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota penerima manfaat dalam menjaga kesinambungan anak di pendidikan terus meningkat dalam bentuk penyiapan bea siswa maupun transportasi untuk anak.
Dalam kesempatan ini, Muji merespons positif upaya Bupati Kulonprogo yang pada 2011 telah menyediakan beasiswa sebesar Rp100 juta dan 32 sepeda untuk pekerja anak yang kembali ke pendidikan.
"Ini merupakan salah satu contoh, karena ada juga daerah yang memberikan bantuan melalui donatur kepada anak yang meneruskan pendidikan," katanya.
Muji juga mengungkapkan Kementerian Pendidikan Nasional menyambut baik upaya penarikan pekerja anak dan dapat memanfaat program yang tersedia dari Kemdikbud. Rencana kerja 2012 tersedia bantuan beasiswa miskin bagi 3,6 juta siswa SD, bea siswa miskin untuk 1,3 juta siswa SMP, bantuan siswa miskin untuk 315.00 siswa SMK, bantuan siswa miskin untuk 386 ribu siswa SMA.
Berikutnya bea siswa untuk 30 ribu mahasiswa bagi lulusan SMA/SMK, keluarga miskin yang berprestasi untuk kuliah di perguruan tinggi hingga tamat sarjana.
"Dimohon kiranya nanti daerah dapat memanfaatkan segala program yang tersedia dari Kemdiknas," pungkasnya. (gna)
(Rani Hardjanti)