JAKARTA - Realisasi inflasi pada semester I 2013 mencapai 5,9 persen, sementara dalam APBNP 2013 target inflasi hanya 7,2 persen. Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan salah satu yang memicu inflasi pada semester satu adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang berdampak pada kenaikan tarif angkutan umum maksimal 15 persen.
Namun menurut Chatib, yang menjadi permasalahan adalah pemerintah pusat sulit mengontrol tarif angkutan dalam kota karena merupakan tugas dari pemerintah provinsi.
"Tapi harus kami sampaikan ada tarif-tarif yang tidak bisa di kontrol pemerintah pusat yakni angkutan dalam kota karena itu tugas pemerintah provinsi," Kata Chatib di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/13).
Chatib mengatakan jika tarif angkutan dalam kota bisa dikendalikan inflasi pasti bisa diturunkan.
Selain itu, menurut Chatib yang dapat dilakukan untuk mengendalikan inflasi adalah stabilisasi pasokan pangan menjelang bulan puasa dan Ramadan.
Chatib mengatakan untuk menjaga distribusi bahan pangan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar akan berkantor selama dua minggu di Tanjung Priuk.
"Pangan berkaitan dengan lebaran, ada isu distribusi terganggu maka Wamenkeu Mahendra Siregar akan berkantor selama 2 minggu di tanjung priuk." Tuturnya. (wan)
(Widi Agustian)