Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, memperkirakan bahwa laju inflasi Sumut secara Year on Year hingga akhir tahun ini sekitar 7,2-7,7 persen. Angka ini terutama disumbangkan dari kenaikan harga komoditi pangan, tarif angkutan serta tarif jasa.
Namun, Gunawan menambahkan kenaikan harga BBM ini diperkirakan tidak akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi sumut pada kuartal IV ini, Karena adanya penguatan pertumbuhan ekonomi di sektor hotel, restoran dan jasa.
“Saya pikir pertumbuhan masih akan stabil, soalnya konsumsi masyarakat kita di Sumut masih tinggi. Apalagi ada rencana peningkatan pembangunan infrastruktur,” jelasnya, Selasa (18/11/2014).
Sementara itu, Koordinator Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumatera Utara, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, dampak kenaikan harga BBM terhadap inflasi di sumut diperkirakan hanya sekitar 2 persen. Sehingga target inflasi secara YOY berkisar 6,5 plus minus satu. “Masih dalam range kita lah,” katanya.