Tapi, nilai Rupiah terus mengalami pelemahan seiring penurunan tingkat suku bunga acuan (BI rate) menjadi 7,5 persen pada pertengahan Februari lalu, ini adalah pemangkasan suku bunga pertama kali sejak tahun 2011. Sejak BI rate turun, Rupiah sudah anjlok sampai 1,8 persen .
Bank Indonesia (BI) juga mengungkapkan rendahnya harga minyak akan mengancam inflasi. Hal ini membuat pemangkasan tingkat suku bunga kembali berpotensi terjadi.
"BI melakukan langkah moneter yang mebngejutkan, dan itu membuat tren pelemahan mata uang terus berlanjut," sebut Barclay dalam risetnya, dilansir dari CNBC, Senin (9/3/2015).