"Di Asia, Indonesia yang paling rentan terhadap larinya modal asing, karena berada di tengah-tengah gelombang capital inflow," kata Societe General Barclay, Jason Daw.
Selain itu, isu defisitnya current account menjadi sentimen negatif untuk Indonesia. Pada 2013, Rupiah juga anjlok ketika Fed mulai mengeluatkan isu akan melakukan tapering atas quantitive easing.
Dengan kondisi defisit neraca perdagangan seperti ini, jika bank sentral AS, the Fed, jadi menaikan tingkat suku bunganya, maka Rupiah dia pastikan bakal tenggelam lebih dalam.
"Potensi naiknya suku bunga the Fed pada Juni menjadi ancaman bagi Rupiah," tegas Barclay.
(Rizkie Fauzian)