Direktur Eksekutif Mandiri Institut Destry Damayanti mengatakan pengaruh global tidak menjadi satu-satunya alasan jatuhnya nilai tukar. Faktor lainnya disebabkan oleh suplai valuta asing (valas) yang tipis.
"Kunci masalah Rupiah kita, okelah pengaruh global karena ada tren penguatan dolar, tapi kalau saya melihat jangan terlalu menjadikan itu sebagai alasan. Ini adalah masalah suplai dolar, suplai kita itu enggak ada, jadi pasar kita untuk dolar rupiah itu sangat minim," ungkapnya di Hotel JS Luwansa, Rabu (11/3/2015).
Sementara itu, permintaan dolar untuk keperluan ekspor dan pembayaran utang luar negeri terus meningkat. Hal ini, membuat permintaan terhadap dolar meningkat dan membuat Rupiah melemah.
Selain itu, menurutnya depresiasi yang terjadi pada Rupiah tidak separah yang terjadi di mata uang lainnya. Dia mencontoh, negara seperti Thailand dan Malaysia yang mata uangnya ikut berdepresiasi, namun tidak separah Indonesia.
"Kenapa Thailand enggak separah kita? Malaysia juga, kita sudah 7 persen depresiasinya (ytd), pasti ada sesuatu," sebutnya.
(Rizkie Fauzian)