WATES – Budidaya katak hijau atau bullfrog menjadi salah satu peluang usaha yang memungkinkan dapat dikembangkan di wilayah Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta. Budidaya hewan ampibi ini tidak membutuhkan ruangan luas, mudah dalam pemeliharaan dan lebih menguntungkan.
Ramli Samosir (40) seorang warga Durungan RT49/22, Kelurahan/Kecamatan Wates, Kuloprogo, DIY, sudah dua tahun terakhir melakukan ujicoba budidaya katak hijau di beberapa kolam kecil di samping rumahnya.
Penasaran dengan kecebong katak hijau, Ramli membeli telur katak untuk ditetaskan. Satu pasang indukan yang dibeli dari temannya bertelur dan berhasil menetas menjadi sekitar 3.000 kecebong. Selama dalam pemeliharaan mulai dari kecebong sudah laku terjual.
Di kolam sekitar ukuran 1,5 X 1,5 meter diisi sekitar 100 pasang indukan. Setiap ada yang siap bertelur disendirikan bersama pejatan di kolam pemijahan. Hanya dalam waktu beberapa hari, telur sudah menetas menjadi kecebong.
Menurutnya, untuk memelihara katak hijau jenis bullfrog, tidak sulit. Setiap hari diberi pakan dua kali, menggunakan pelet yang biasa diberikan untuk makanan lele.
Untuk kecebong umur 13 hari sampai dua bulan diberikan pelet ukuran denol. “Air kolam harus sering diganti sekitar lima hari sekali. Jika air kotor dibiarkan, katak mudah terserang jamur,” ujarnya.
(M Budi Santosa)