Analis Investa Saran Mandiri Hans Kwee mengatakan, pelemahan yang terjadi pada Rupiah akibat aliran dana keluar ditambah dengan penguatan dolar AS.
"Dari dalam negeri (sentimen negatif) juga karena aliran dana (keluar), tapi ketidakpastian the Fed terkait rencana menaikkan suku bunga juga berpengaruh," katanya kepada Okezone, Senin (24/8/2015).
Meski Rupiah terus mengalami pelemahan, pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan kondisinya masih aman. Bahkan dari stres test menunjukkan bahwa kondisinya aman.
Menurut Hans, pemerintah memang harus bertindak seperti itu karena otoritas tidak boleh panik menghadapi kondisi pelemahan Rupiah.