"Intinya bagaimana harga yang loncat-loncatan ini bisa lebih landai lebih halus. Agar ekonomi bisa diberi kesempatan untuk tumbuh dengan baik," imbuhnya.
Menurut Wiratmaja, jika harga BBM jenis Premium dan Solar benar-benar dilepas ke harga pasar, maka akan terjadi perubahan harga yang sangat cepat. Hal ini mengacu kepada pergerakan harga minyak yang tiba-tiba berubah.
"Kalau rekan-rekan lihat beberapa minggu terakhir, harga cukup drastis turun, namun 4-5 hari kemudian bisa tiba-tiba loncat naik. Kalau kita mengikuti harga itu maka gejolak akan tinggi sekali. maka evaluasinya 3-6 bulan," terangnya.
Wiratmaja mengungkapkan, kalau dihitung secara harian, maka akan ada selisih (keuntungan) bagi Pertamina. Namun, keuntungan tersebut juga digunakan dalam rencana dana stabilisasi BBM.
"Kalau deltanya dihitung harian memang seakan akan Pertamina mengambil keuntungan tapi gunanya untuk melandaikan, ditambah ide dari menteri ke depan kita harus memiliki dana stabilisasi BBM," tukasnya.
(Rizkie Fauzian)