Darmin Nasution Waspadai Deflasi yang Ancam Perekonomian

Raisa Adila, Jurnalis
Senin 02 November 2015 15:06 WIB
Ilustrasi: (Foto: Okezone)
Share :


JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi pada Oktober 2015 sebesar 0,08 persen. Deflasi ini disebut merupakan sinyal lemahnya permintaan domestik.

Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan, pada dasarnya ada hal baik yang diperoleh dari terjadinya deflasi pada Oktober ini. Pasalnya, dengan inflasi yang rendah akan mempengaruhi daya beli masyarakat.

"Ya untuk masyarakat dia bagus. Itu suatu hal yang positif karena inflasi kan mempengaruhi daya beli masyarakat. Deflasi ya berarti menjadi lebih baik," kata Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Namun, di sisi lain, Darmin menyatakan hal tersebut merupakan sinyal yang membuat perlunya perhatian terhadap ekonomi Indonesia. Sebab, permintaan secara makro terlihat masih cukup lemah.

"Tapi itu juga menjadi petunjuk bahwa ekonominya permintaan secara makro masih agak lemah," ujar dia.

Sekedar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi Oktober sebesar 0,08 persen. Adapun inflasi pada tahun kalender (Januari–Oktober) yakni 2,16 persen, inflasi tahun ke tahun (year on year) 6,25 persen dan inflasi komponen inti 0,23 persen, sementara inflasi komponen inti year on year 5,02 persen.

(Fakhri Rezy)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya