Namun, di sisi lain, Darmin menyatakan hal tersebut merupakan sinyal yang membuat perlunya perhatian terhadap ekonomi Indonesia. Sebab, permintaan secara makro terlihat masih cukup lemah.
"Tapi itu juga menjadi petunjuk bahwa ekonominya permintaan secara makro masih agak lemah," ujar dia.
Sekedar informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi Oktober sebesar 0,08 persen. Adapun inflasi pada tahun kalender (Januari–Oktober) yakni 2,16 persen, inflasi tahun ke tahun (year on year) 6,25 persen dan inflasi komponen inti 0,23 persen, sementara inflasi komponen inti year on year 5,02 persen.
(Fakhri Rezy)