JAKARTA - Nilai tukar mata uang Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga sore ini tercatat melemah, setelah kemarin ditutup menguat. Rupiah masih berada di kisaran level Rp13.800 per USD.
Melansir Yahoofinance, Rupiah melemah 59,5 poin atau 0,43 persen ke Rp13.830 per USD bila dibandingkan dengan penutupan sebelumnya di level Rp13.771 per USD. Dalam pergerakan hariannya, Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp13.752-Rp13.880 per USD.
Sementara Bloomberg Dollar Index, mencatat Rupiah pada perdagangan non-delivery forward (NDF) berada di level Rp13.845 per USD. Nilai tersebut melemah 64,8 poin atau 0,47 persen bila dibandingkan dengan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp13.780 per USD.
Bloomberg mencatat, dalam pergerakan hariannya, Rupiah berada dalam kisaran Rp13.808-Rp13.862 per USD.
Harga minyak naik dari posisi terendah di 2015 pada Kamis, setelah adanya laporan delegasi senior OPEC yang mengatakan Arab Saudi akan mengusulkan kesepakatan untuk menyeimbangkan pasar minyak dengan anggota non-OPEC tahun depan. Hal ini akan dibahas dalam OPEC Meeting.
Hal ini membuat, patokan Brent crude futures LCOc1 naik 88 sen, lebih dari 2 persen, di USD43,37 per barel. AS CLc1 mentah diperdagangkan 64 sen lebih tinggi pada USD40,58 per barel setelah tenggelam di bawah USD40 pada hari Rabu.
Sedangkan Bank Indonesia (BI) dalam kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), mencatat Rupiah berada di level Rp13.845 per USD. Adapun kurs jual Rp13.914 per USD dan kurs beli Rp13.776 per USD
(Fakhri Rezy)