GabaG, Tas ASI Asli Indonesia Omzetnya Tembus Miliaran

Danang Sugianto, Jurnalis
Senin 14 Desember 2015 06:10 WIB
Salah Satu Tas GabaG (Sumber : Twitter)
Share :

JAKARTA – Produsen tas di industri Tanah Air tidak banyak yang bermain pada segmen khusus untuk para pejuang air susu ibu (ASI). Kebanyakan, tas khusus pejuang ASI dikuasai oleh merek asing.

Gabag merupakan salah satu produk tas khusus ASI yang 100 persen asli Indonesia yang mampu menggebrak pasar. Meskipun perusahaan ini masih berskala industri rumahan, namun omzet yang dihasilkannya bisa tembus hingga miliaran Rupiah.

Direktur sekaligus Founder GabaG Fandy Sundoro mengungkapkan, saat ini kapasitas produksi dari workshop yang dimilikinya bisa mencapai 8 ribu item per bulannya. Sementara dari total produksi tersebut, sekitar 3.200 tas laku tersebut setiap bulannya.

"Jadi dari total produksi sekitar 40 persen yang laku terjual. Kalau dari range harga tas kami, bisa dihitung sendiri omzet kami," tuturnya saat dihubungi Okezone.

Sekedar informasi, saat ini harga dari produk GabaG cukup bervariasi, mulai dari Rp180 ribu hingga Rp500 ribu. Sehingga jika dihitung rentang omzet yang didapat sekitar Rp576 juta hingga Rp1,6 miliar.

Namun Fandy mengaku, untuk memperoleh raihan omzet tersebut bukanlah perkara mudah. Dirinya haru melewati perjuangan yang berat. Pasalnya untuk produk tas ASI di Indonesia sebelumnya dikuasai oleh produk-produk impor.

"Di awal banyak orang anti pati dengan produk lokal. Karena mereka ter-branding produk impor bagus. Memang benar saat itu belum ada yang serius untuk menggarap poduk cooler bag. Tapi seiring berjalannya waktu kami tingkatkan kualitasnya," imbuhnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya