"Setidaknya setiap tahun kami menciptakan 15-20 model. Kalaupun modelnya sama, minimal coraknya berbeda. Jadi mungkin sudah ratusan," ujarnya.
Meskipun usahanya itu masih berskala UKM, namun melalui GabaG, Fandy mampu menyerap puluhan tenaga kerja. Tercatat untuk produksi saja dirinya mempekerjakan sekitar 60 orang.
Pasalnya dengan workshop seluas 180 meter persegi, GabaG bisa memproduksi 8 ribu tas per bulannya. Namun jumlah tersebut sepertinya akan semakin meningkat. Pasalnya Fandy mengaku sebentar lagi akan memindahkan workshopnya ke tempat dua kali lipat lebih luas.
"Lokasi saat ini sepertinya tidak memenuhi kapasitas, karena produksinya semakin bertambah. Tahun depan kami pindah ke Cikupa dengan luas sekitar 300 meter," pungkasnya.
(Rani Hardjanti)