Imron Gazali dari Medco Energi Internasional mengkritisi besarnya dana yang harus disiapkan dalam keterlibatan mega proyek ini. “Untuk proyek listrik 35 GW ada persyaratan berat yakni harus ada dana di awal hingga 10 persen. Ini saya rasa cukup memberatkan,” katanya.
John Karamoy, tokoh senior energi, alumni ITB tahun 1957 mengingatkan agar kita terus memikirkan sumber energi masa depan. “Hidup kita sudah diatur migas, sehingga semua yang tumbuh, harus dikembangkan dengan migas. Apa yang terjadi kalau migas habis. Maka fokus kita ke depan adalah renewable energy,” ujarnya.
Hiramsyah mengapresiasi kehadiran para alumni dalam pertemuan itu, meski situasi keamanan Jakarta sedang terganggu. Ada keraguan antara batal atau tetap jalan. Kalau tetap jalan takut dianggap tidak peduli, sementara kalau batal berarti tujuan teroris berhasil, yakni mengacaukan situasi. Tetapi nyatanya bangsa Indonesia adalah bangsa yang kuat, tidak bisa disetir dan takuti oleh siapapun.
(Syukri Rahmatullah)