SLEMAN - Kerajinan dari fiberglass seolah tak pernah lekang oleh waktu. Permintaan pasar dari tahun ke tahun bahkan cenderung stabil.
Salah satu pengrajin fiberglass yang bertahan, Tulakir (48) mengaku harus selalu berkreasi dan mengutamakan kualitas agar tetap dicari pangsa pasar.
Kerajinan fiberglass yang dibuat Tulakir mulai dari miniatur candi Prambanan, asbak, tugu Yogya, Monas, tokoh nasional, abdi dalem hingga Mbok Gendong.
"Kalau tidak terus berkreasi, pasar tidak akan nyari. Selain itu ini kunci utama bertahan di era MEA ini," jelas Tulakir dikutip dari Krjogja, Rabu (16/3/2016).
Menurut bapak tiga anak ini, memasok kerajinan fiberglass ke tempat wisata sangat efektif. Apalagi saat ini dia sudah memasok ke beberapa toko kerajinan modern. Meski di hari biasa permintaan cenderung menurun namun di musim liburan, Tulakir sampai kewalahan memenuhi permintaan pasar.