Melirik Program Sejuta Rumah 2016

Koran SINDO, Jurnalis
Rabu 23 Maret 2016 10:58 WIB
Ilustrasi: Shutterstock
Share :

Lantas, faktor kunci keberhasilan apa yang layak dipenuhi untuk memperlancar proyek raksasa itu?

Pertama, menjaga pasokan subsidi tidak boleh terlambat karena dapat mengganggu kelancaran pembangunan perumahan. Pemerintah telah memperlihatkan komitmen dengan meningkatkan alokasi dana FLPP dari Rp5,1 triliun pada 2015 menjadi Rp9,3 triliun pada 2016.

Hal itu akan mendorong penyaluran KPR FLPP lebih lancar lagi. Bagaimana kinerja BTN yang merupakan satu-satunya bank nasional sebagai penyalur KPR FLPP? Data menunjukkan, BTN telah menyalurkan KPR FLPP untuk 125.400 unit rumah pada 2015. Laba bersih tahunan terbang 64 persen dari Rp1,12 triliun per Desember 2014 menjadi Rp1,85 triliun per Desember 2015.

Adapun imbal hasil aset (return on assets /ROA) naik dari 0,77 persen menjadi 1,08 persen meskipun masih di bawah ambang batas 1,5 persen. Sementara itu, imbal hasil ekuitas (return on equity /ROE) melejit dari 9,14 persen menjadi 13,35 persen melewati ambang batas 12 persen.

Dengan bahasa lebih bening, tak dapat dibantah bahwa program itu telah memberikan kontribusi bagi BTN untuk meningkatkan kinerja. Lebih dari itu, rasio kredit bermasalah (non-performing loan /NPL) BTN makin membaik dari 4,5 persen per Juli-September 2015 menjadi 3,42 persen dari Oktober- Desember 2015. Intinya, manajemen risiko kredit BTN makin membaik.

Kedua, BTN hendaknya tidak melupakan untuk terus menggenjot modal. Modal merupakan senjata pamungkas untuk menghadapi persaingan mengingat kini makin banyak bank nasional yang terjun menggarap kredit konsumsi seperti KPR dan KPA. Tengok saja, beberapa bank nasional papan atas terus mengerek modal pada 2016.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Finance lainnya