JAKARTA - Pelonggaran rasio Loan to Value (LTV) yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dinilai baru akan berdampak pada awal tahun depan.
Direktur Keuangan PT PP Properti Tbk Indaryanto mengatakan, dampak dari pelonggaran tersebut baru mulai terasa di semester pertama 2017. Di mana bisnis properti dan kredit perbankan bakal kembali bergairah.
"Properti tumbuh industri ikutannya akan tumbuh juga, kaya besi, genting, semen itu akan naik juga, paling cepat awal tahun depan," kata Indaryanto, di Jakarta, Selasa (21/6/2016).
Selain pelonggaran LTV, dampak lain juga disebabkan karena penurunan suku bunga yang diperkirakan Indaryanto bakal terasa dampaknya di semester II 2016.
"Hanya saja mesti ada revisi tingkat bunga yang dikenakan, tapi kita optimistis akan capai target tahun ini," pungkasnya.
Perusahaan berkode emiten PPRO ini menargetkan pendapatan mencapai Rp2,01 triliun pada tahun ini, sedangkan target dari prapenjualan sebesar Rp2,6 triliun. Saat ini PPRO memiliki 10 proyek residensial dan 5 proyek komersil.
(Martin Bagya Kertiyasa)