Peningkatan kinerja sektor konstruksipadatriwulaniniterindikasi oleh indeks kegiatan usaha dan penjualan eceran. Berdasarkan survei Kegiatan Dunia Usaha KPBI Jatim, indeks kegiatan usahadisektortersebutdiperkirakan meningkat. Di antaranya, pertumbuhan penjualan eceran semen diperkirakan membaik, dari -21,06 persen pada triwulan II/2016menjadi-16,96 persen padatriwulan III.
“Demikian juga dengan penjualan kayu dari -21,99 persen menjadi -21,88 persen pada triwulan III/2016,” pungkas Benny. Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Jatim Hadi Prasetyo mengatakan, sektor konstruksi masih tetap potensial tahun ini dan beberapa tahun ke depan.
Produk domestik regional bruto (PDRB) di Jatim mencapai Rp1.649 triliun saat ini. Dari jumlah itu, sekitar 9,4 persen atau sekitar Rp150 triliun berasal dari sektor jasa konstruksi. Tahun ini pertumbuhannya bisa mencapai Rp200 triliun. Menurutnya, ada sejumlah pemicu dari meningkatnya sektor jasa konstruksi. Di antaranya, Jatim sudah menjadi sasaran investasi luar negeri. Di Jatim saat ini sudah ada 71 investor dari Amerika Serikat (AS).
Belum lagi investor lain, seperti dari Tiongkok, Jepang, Singapura, dan Korea. “Banyaknya negara yang berinvestasi di Jatim tak lepas dari kemudahan perizinan dan ditopang dengan keamanan daerah,” katanya.
(Fakhri Rezy)